Sabtu, 11 Februari 2012

Klasifikasi Ikan Air Tawar

  • IKAN NILA(Oreochromis niloticus)
Djarijah (1995) mengklasifikasikan ikan Nila sebagai berikut : Phylum Chordata, Subphylum Vertebtara, Klass Osteichtyes, Subklass Achanthoptherigi, Ordo Percopmorpa, Subordo Perciodea, Family Chiclidea, Genus Oreochromis, dan Spesies Oreochromis niloticus.
Ikan Nila bersifat omnivora tapi cenderung untuk mengkonsumsi makanan yang berasal dari Plankton, Tumbuh-tumbuhan hakus, dedak tepung bungkil kacang, ampas kelapa dan lain sebagainya ( Asmawi, 1986).
  • Ikan Baung
Saanin (1986) mengklasifikasikan Ikan Baung kedalam Phylum: Chordata, kelas: Pisces, sub kelas: Teleostei, Ordo: Ostariophysi, sub ordo: Siluroidea, family: Bagridae, genus: Mystus dan spesies: Mystus nemurus.
Ikan Baung berwarna keabu-abuan yang terdapat di punggungnya, bentuk tubuh memanjang, licin dan tidak bersisik. Sirip punggung tambahan berupa sirip lemah yang terletak terpisah antara sirip punggung dan sirip ekor. Mempunyai satu pasang sungut (kumis) yang fungsinya sebagai alat peraba dan sungut rahang atas panjangnya hampir melampaui sirip dubur (Tang dan Effendie, 2000).
Ikan Baung mempunyai empat sungut peraba dan satu diantaranya panjang sekali terletak pada sudut rahang atas, panjangnya mencapai sirip dubur. Ikan ini memiliki kepala yang kasar (Djuhanda, 1981). Sedangkan menurut Inger dan Chin dalam Moshin dan Ambak (1992), bahwa ikan Baung sering ditemukan pada daerah pasang surut ke hulu sungai dan tidak gemar dengan air jernih atau air yang terlalu berlumpur.
Kelamin Ikan Baung dapat ditentukan dengan dua cara, yaitu dengan cara membelah perut dan  mengamati ciri-ciri morfologi gonadnya. Gonad Ikan Betina baru dapat diperkirakan setelah ikan berukuran 90 gr dengan ukuran panjang 20 cm. Untuk ukuran yang lebih besar dari ukuran tersebut dapat dibedakan dengan membedakan lubang genitalnya (Alawi et al, 1990).
  • Ikan Barau
Ikan Barau (Hampala Macrolepidota) mempunyai klasifikasi sebagai berikut; kelas pisces, sub kelas teleostei, ordo ostariophysi, sub ordo cyprinoidea, famili cyprinidae, genus Hampala, spesies Hampala macrolepitoda. (Saanin, 1968).
Di Indonesia ikan ini dapat dijumpai di Jawa, Sumatra dan Kalimantan. Sedangkan di luar Indonesia ikan ini dapat dijumpai di Malaysia, Thailand dan Vietnam. Aktivitas pemijahan ikan barau dihubungkan dengan menurunnya suhu perairan, naiknya lapisan permukaan air dan meningkatnya turbiditas perairan. Ikan ini tergolong ikan yang dapat memijah sepanjang tahun, akan tetapi musim pemijahannya cenderung ketika permulaan musim penghujan yaitu dari bulan November sampai bulan Maret tiap tahunnya (Abidin, 1986). 
  • Ikan Sipaku
Ikan sipaku tergolong dalam ordo osteophysi, family cyprinidae, genus cyclocheilichthys dan spesies cyclocheilichthys apogon. Habitat hidupnya adalah diair sungai. System reproduksi ikan sipaku terdiri atas : Alat-alat kelamin (organ genitalis) dan alat-alat pengeluaran (organ uropoetica)
Ikan sipaku yang telah dewasa terdiri adri ikan jantan dan ikan betina. Alat kelamin pada ikan  disebut gonad. Akan tetapi jika alat kelamin tersebut terdapat pada rongga tubuh ikan jantan disebut testis. Dan yang terdapat pada rongga tubuh ikan betina disebut ovari. Testis pada ikan terdapat didalam tubuh, bentuknya sangat bergantung pada rongga tubuh yang tersedia. Tetapi pada umumnya berbentuk memanjang, jumlahnya sepasang dan mengantung disepanjang mesenteris pada bagian atas rongga tubuh. Dengan posisi tepat dibawah tulang punggung dan disamping gelembung udara.
Ovari pada ikan terdapat didalam tubuh ikan betina. Bentuknya juga sangat bergantung pada rongga tubuh yang tersedia. Tetapi pada umumnya mempunyai bentuk yang memanjang. Jumlahnya sepasang dan mengantung pada mesenteries. Dengan posisi persis tepat dibawah tulang punggung dan ginjal serta terdapat disamping gelembung udara.
  • Ikan Ingir-ingir

Klasifikasi:
Kelas               : Osteichthyes
Ordo                : Siluriformes
Famili              : Bagridae
Genus              : Mystus
Spesies            : Mystus Migrileps

Ciri-cirinya:
Jumlah sungut tiga pasang, memiliki sirip lemak, bentuk tubuh hamper sama dengan ikan baung, dan ikan selais, bentuk ekor berjagak (forked), memiliki dua buah sirip punggung, tidak memiliki sisik.

  • Ikan Tawes

Klasifikasi;
Kelas               : Pisces
Ordo                : Osatariophysi
Famili              : Cyprinidae
Genus              : Puntius
Spesies            : Puntius javanicus

Cirri-cirinya:
Perut tidak pipih, bersiku tetapi membundar atau datar, garis rusuk terletak pada pertengahan ekor, mata tidak berkelopak seperti agar-agar yang lebar dan seperti cincin, sirip dubur dengan lima jari-jaribercabang, sirip punggungdengan 7-9jari-jari lemah bercabang, mempunyai empat sungut, garis-garis keras sirip dubur agak lemah, panjang tubuhn lebih dari dua kali tinggi , susunan linea lateralis lengkap dan sempurna.
  • Ikan Kapiek

Klasifikasi;
Kelas               : Pisces
Ordo                : Cypriniformes
Famili              : Cyprinidae
Genus              : Barbodes
Spesies            : Barbodes sehwanefeldi

Bentuk tubuh gepeng dan berbadan tinggi. Warna tubuh putih seperti petak dengan punggungyang abu-abukecoklatan dan perutnya putih mengkilat jumlah gurat sisiada 35-36 keping. Gurat sisi sempurna, sirip punggung merah dengan bercak kehitaman Pada ujungnya, sirip dadqa dan perut berwarna nmerah, sirip ekor berwarma orange atau merah dengan pinggiran garis hitam atau putihsepanjang cuping sirip ekor. 
  • Ikan Lele Dumbo
 
Ikan Lele Dumbo (clarias gariepinus) termasuk kedalam filum Chordata, kelas Pisces, sub kelas Teleoistei, ordo Ostariophysi, sub ordo Siluroidae, family Clariidae, genus Clarias, spesies Clarias gariepinus (SUSANTO, H. 1991). Pada mulanya nama ilmiah ikan Lele Dumbo adalah Clarias fuscus dan kemudian diganti menjadi Clarias gariepinus. Pengganti nama ini berdasarkan atas sifat-sifat induk jantan yang dominan diturunkan kepada anaknya. Dari hasil penyilangan itu ternyata keturunan ikan Lele yang dihasilkan mempunyai sifat-sifat yang unggul
  • Ikan Paweh
Klasifikasi ikan paweh yaitu ordo Ostariophysi, famili Ciprinidae, genus Osteochillus dan spesies Osteochilus hasselti. Ciri-ciri ikan paweh yaitu bentuk tubuh memanjang dan pipih, batang ekor separuh dari tinggi badan, kepala kecil dengan moncong tertutup rapat. Mempunyai dua pasang sungut, sisik agak besar, waran tubuh coklat kahijauan. (LAGLER, K.F. 1972).
  • Ikan Motan
Ikan Motan di klasifikasikan kedalam kelas Pisces, sub kelas Teleostei, ordo Cypriniformes (KOTTELAT et al, 1993) atau Ostariophysi (SAANIN, 1984) sub ordo Cyprinoidea, famili Cyprinidae, genus Thynnichthys dan spesies Thynnichthys polylepis (KOTTELAT et al, 1993) atau Thynnichthys polylepis, Blkr (SAANIN, 1984).

 

0 komentar:

Poskan Komentar